Sabtu, 24 Agustus 2013

Protes Mesir; Mohammed Morsi, Dari Keluarga Sederhana yang Anti Israel

Dr Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Nama lengkapnya Muhammad Morsi Isa al-Ayyat. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975.

Dr Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Nama lengkapnya Muhammad Morsi Isa al-Ayyat. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975.
Dia mendapatkan gelar Master dari universitas yang sama, enam tahun kemudian.
Morsi kemudian mendapatkan gelar PhD dari University of Southern California, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1982.
Dengan gelar doktornya, Morsi sempat mengajar di sejumlah universitas di AS. Namun dia kemudian pulang ke Mesir pada tahun 1985 dan mengajar di Zagazig University.
Morsi beristrikan seorang wanita yang menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin.
Dari pernikahan itu, Morsi mendapatkan 5 anak yang telah memberinya 3 cucu. Dua dari kelima anak Morsi memegang status kewarganegaraan AS.
Morsi pernah menjadi anggota kelompok anti-Israel, Committee to Resist Zionism. Namun dia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk Ikhwanul Muslimin. Lewat organisasi inilah, Morsi menang dalam pemilihan parlemen pada tahun 2000.
Kemudian pada pemilihan parlemen tahun 2005, Ikhwanul Muslimin memenangi seperlima kursi di parlemen. Morsi pun berhasil mempertahankan keanggotaannya di parlemen. Namun tak lama kemudian dia ditangkap dan dipenjara selama 7 bulan setelah ikut serta dalam aksi-aksi protes mendukung hakim-hakim reformis.
Selama menjadi anggota parlemen, Morsi kerap dipuji akan kepiawaiannya berpidato. Khususnya setelah kecelakaan kereta tahun 2002 di mana Morsi mengecam ketidakmampuan para pejabat.
Pada pemilihan parlemen tahun 2010, Morsi telah menjadi juru bicara Ikhwanul Muslimin.
Dia kembali dipenjara pada 28 Januari 2011 lalu, sehari setelah Ikhwanul Muslimin mengumumkan akan bergabung dengan aksi-aksi demo menentang rezim Presiden Hosni Mubarak. Aksi demo besar-besaran tersebut, sekitar dua pekan kemudian berhasil menggulingkan Mubarak dari tampuk kekuasaan.
Ikhwanul berkeyakinan dalam membangun negara Islam secara perlahan-lahan dan dengan cara damai. Namun fokus Morsi selama ini lebih banyak ke isu-isu yang berdampak pada mayoritas rakyat Mesir sejak revolusi, misalnya, perekonomian yang memburuk.
Morsi maju sebagai kandidat capres Ikhwanul setelah kandidat pertama Ikhwanul, Khairat El-Shater didiskualifikasi.
Dalam putaran kedua pilpres Mesir, Morsi berhasil mengalahkan rivalnya, mantan perdana menteri era kepresidenan Hosni Mubarak, Ahmed Shafiq dengan mengumpulkan 51,73 persen suara.
Dengan kemenangannya ini, Morsi menjadi presiden Islamis pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.
Dari Keluarga Sederhana
Morsi dibesarkan secara sederhana bersama orang-orang di desa itu. Ia mengatakan, dirinya tidak dilahirkan di tengah kalangan keluarga yang berada. Ayahnya harus bekerja keras setiap hari dan sering membawa Morsi kecil ke tempat kerjanya dengan menunggang keledai.
Menurut para penentang Morsi, Presiden dari kelompok Ikhwanul Muslimin itu haruslah diwaspadai. Morsi yang mengepalai sayap politik Ikhwanul Muslimin yang inklusif dianggap tidak berbuat banyak untuk mengurangi kekhawatiran di kalangan warga Kristen dan perempuan Mesir.
Namun Nagla Ali, isteri Morsi menampik semua kekhawatiran itu. Nagla mengatakan, Islam sejati merangkul orang dari berbagai agama lain, dan ia juga tidak sependapat bahwa perempuan harus selalu patuh kepada lelaki.
Nagla ingat ketika suaminya menghormati keputusannya untuk masuk menjadi anggota Ikhwanul Muslimin 30 tahun lalu. Ia mengatakan kepada suaminya, hal itu tidak akan jadi masalah. Menurutnya, semuanya akan ditunjukkan jalan keluar oleh Allah.
Itulah nasihat dan kerja sama yang menurut para sekutu Morsi dibutuhkan olehnya apabila ia ingin berhasil. Mantan calon presiden Abdullah al Ashaal mengatakan, “Ia sebagai presiden harus memayungi lainnya yang bukan anggota Ikhwanul Muslimin.”
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/11/28/29482/78/10/Protes-Mesir-Mohammed-Morsi-Dari-Keluarga-Sederhana-yang-Anti-Israel#sthash.zbrqBXMu.dpuf

Protes Mesir; Mohammed Morsi, Dari Keluarga Sederhana yang Anti Israel

Dr Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Nama lengkapnya Muhammad Morsi Isa al-Ayyat. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975.

Dr Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Nama lengkapnya Muhammad Morsi Isa al-Ayyat. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975.
Dia mendapatkan gelar Master dari universitas yang sama, enam tahun kemudian.
Morsi kemudian mendapatkan gelar PhD dari University of Southern California, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1982.
Dengan gelar doktornya, Morsi sempat mengajar di sejumlah universitas di AS. Namun dia kemudian pulang ke Mesir pada tahun 1985 dan mengajar di Zagazig University.
Morsi beristrikan seorang wanita yang menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin.
Dari pernikahan itu, Morsi mendapatkan 5 anak yang telah memberinya 3 cucu. Dua dari kelima anak Morsi memegang status kewarganegaraan AS.
Morsi pernah menjadi anggota kelompok anti-Israel, Committee to Resist Zionism. Namun dia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk Ikhwanul Muslimin. Lewat organisasi inilah, Morsi menang dalam pemilihan parlemen pada tahun 2000.
Kemudian pada pemilihan parlemen tahun 2005, Ikhwanul Muslimin memenangi seperlima kursi di parlemen. Morsi pun berhasil mempertahankan keanggotaannya di parlemen. Namun tak lama kemudian dia ditangkap dan dipenjara selama 7 bulan setelah ikut serta dalam aksi-aksi protes mendukung hakim-hakim reformis.
Selama menjadi anggota parlemen, Morsi kerap dipuji akan kepiawaiannya berpidato. Khususnya setelah kecelakaan kereta tahun 2002 di mana Morsi mengecam ketidakmampuan para pejabat.
Pada pemilihan parlemen tahun 2010, Morsi telah menjadi juru bicara Ikhwanul Muslimin.
Dia kembali dipenjara pada 28 Januari 2011 lalu, sehari setelah Ikhwanul Muslimin mengumumkan akan bergabung dengan aksi-aksi demo menentang rezim Presiden Hosni Mubarak. Aksi demo besar-besaran tersebut, sekitar dua pekan kemudian berhasil menggulingkan Mubarak dari tampuk kekuasaan.
Ikhwanul berkeyakinan dalam membangun negara Islam secara perlahan-lahan dan dengan cara damai. Namun fokus Morsi selama ini lebih banyak ke isu-isu yang berdampak pada mayoritas rakyat Mesir sejak revolusi, misalnya, perekonomian yang memburuk.
Morsi maju sebagai kandidat capres Ikhwanul setelah kandidat pertama Ikhwanul, Khairat El-Shater didiskualifikasi.
Dalam putaran kedua pilpres Mesir, Morsi berhasil mengalahkan rivalnya, mantan perdana menteri era kepresidenan Hosni Mubarak, Ahmed Shafiq dengan mengumpulkan 51,73 persen suara.
Dengan kemenangannya ini, Morsi menjadi presiden Islamis pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.
Dari Keluarga Sederhana
Morsi dibesarkan secara sederhana bersama orang-orang di desa itu. Ia mengatakan, dirinya tidak dilahirkan di tengah kalangan keluarga yang berada. Ayahnya harus bekerja keras setiap hari dan sering membawa Morsi kecil ke tempat kerjanya dengan menunggang keledai.
Menurut para penentang Morsi, Presiden dari kelompok Ikhwanul Muslimin itu haruslah diwaspadai. Morsi yang mengepalai sayap politik Ikhwanul Muslimin yang inklusif dianggap tidak berbuat banyak untuk mengurangi kekhawatiran di kalangan warga Kristen dan perempuan Mesir.
Namun Nagla Ali, isteri Morsi menampik semua kekhawatiran itu. Nagla mengatakan, Islam sejati merangkul orang dari berbagai agama lain, dan ia juga tidak sependapat bahwa perempuan harus selalu patuh kepada lelaki.
Nagla ingat ketika suaminya menghormati keputusannya untuk masuk menjadi anggota Ikhwanul Muslimin 30 tahun lalu. Ia mengatakan kepada suaminya, hal itu tidak akan jadi masalah. Menurutnya, semuanya akan ditunjukkan jalan keluar oleh Allah.
Itulah nasihat dan kerja sama yang menurut para sekutu Morsi dibutuhkan olehnya apabila ia ingin berhasil. Mantan calon presiden Abdullah al Ashaal mengatakan, “Ia sebagai presiden harus memayungi lainnya yang bukan anggota Ikhwanul Muslimin.”
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/11/28/29482/78/10/Protes-Mesir-Mohammed-Morsi-Dari-Keluarga-Sederhana-yang-Anti-Israel#sthash.zbrqBXMu.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar