TOKO BIRU...TOKO BIRU
TOKONYA NUR HAYATI JUAL ANEKA KOMODITE
Sabtu, 01 Agustus 2026
Yaa.... Sabar aja
"berbuat, berkarya, beramal yang bisa berguna bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak dalam hal yang positif, maslahat, menuju tercapainya keselamatan dan kebahagian di kehidupan dunia dan akhirat."
Minggu, 26 Juli 2026
WARISAN ORTU
"berbuat, berkarya, beramal yang bisa berguna bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak dalam hal yang positif, maslahat, menuju tercapainya keselamatan dan kebahagian di kehidupan dunia dan akhirat."
Jumat, 10 Juli 2026
Apa
"berbuat, berkarya, beramal yang bisa berguna bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak dalam hal yang positif, maslahat, menuju tercapainya keselamatan dan kebahagian di kehidupan dunia dan akhirat."
Senin, 06 Juli 2026
Peta BOJONEGORO DLL
"berbuat, berkarya, beramal yang bisa berguna bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak dalam hal yang positif, maslahat, menuju tercapainya keselamatan dan kebahagian di kehidupan dunia dan akhirat."
Jumat, 03 Juli 2026
HONOCOROKO
*MIMBAR KEHIDUPAN 🇲🇨 KEJAWEN : AKSARA JAWA*
_*Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh*_
_*Salam Sejahtera*_
_*Hoom Swasti Astu*_
_*Namo Buddhaya*_
_*Rahayu Semesta Nusantara*_
_*Diakui atau tidak, Aksara Jawa merupakan Alphabet yang paling Unik di-Dunia dan mempunyai makna yang paling dalam*_
_*Ditinjau dari jumlahnya, terdiri dari 20(duapuluh) jenis huruf, yang melambangkan*_ _*"20(duapuluh) Jari Manusia"*_
_*Jari, merupakan alat hitung manusia yang paling sederhana, dan hal ini melambangkan bahwa : "Dalam menjalani kehidupannya, Orang Jawa selalu menggunakan perhitungan yang matang sebelum melangkah"*_
_*Deretan 20(duapuluh) Aksara Jawa dimaksud terdiri dari :*_
*1. Ho~No~Co~Ro~Ko*
*2. Do~To~So~Wo~Lo*
*3. Po~Dho~Jo~Yo~Nyo*
*4. Mo~Go~Bo~Tho~Ngo*
_*Entah kebetulan atau disengaja, deretan dari huruf-huruf tersebut diatas, ternyata :*_
_*"bukan deretan huruf tanpa makna"*_
_*Namun membentuk 4(empat) kalimat yang mengandung :*_ _*"makna & filosofi yang luar biasa" yaitu :*_
*1. HO--NO--CO--RO--KO*
_*Jika dibaca :*_
_*"hono coroko" akan bermakna sebagai : "Ada Utusan"*_
_*Pertanyaannya, siapa yang dimaksud dengan*_
_*Utusan tersebut ?*_
_*Yang dimaksud, tidak lain dan tidak bukan adalah :*_ _*"manusia"*_
_*Berbeda dengan pendapat umum :*_
_*"Bahwa Utusan Tuhan hanya terbatas kepada Rasul saja" bagi Orang Jawa - setiap Manusia adalah adalah : "Utusan Tuhan"*_
_*Setiap insan manusia berkewajiban :*_
_*"Hamemayu hayuning Bawono"*_
_*Menjaga kelestarian alam, memakmurkan bumi, menciptakan kedamaian dan keselamatan dialam dunia*_
_*Dengan demikian, intinya Ho-No-Co-Ro-Ko-itu adalah :*_
_*"melambangkan perjalanan hidup manusia"*_
*2. DO--TO--SO--WO--LO*
_*Dalam hal ini, jika dibaca menjadi :*_
_*"dat-a-suwolo" yang bermakna :*_
_*"Dzat yang tidak boleh dibantah"*_
_*Apa maksudnya dan siapa yang dimaksud ?*_
_*Tidak lain dan tidak bukan adalah :*_
_*"Tuhan Yang Maha Esa"*_
_*Tuhan adalah Dzat yang tidak boleh dibantah oleh Manusia yang menjadi utusan-NYA*_
_*Sehebat apapun Manusia dimuka Bumi ini, tidak ada yang mampu menandingi kekuasaan Tuhan*_
_*Sekali lagi :*_ _*"Manusia hanya bersifat sebagai Utusan, bukan Penguasa"*_
_*Oleh karena itu, wajib untuk tunduk terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta dan Pengurus, yang sering disebut dengan istilah :*_
_*"Kodrat atau Hukum Karma".*_
*3. PO--DHO--JO--YO--NYO*
_*Dalam hal ini, bisa dibaca sebagai :*_
_*"Podho Jayane"*_ _*Yang bermakna sebagai :*_
_*"Sama-Sama Unggulnya"*_
_*Siapa yang sama-sama unggul ?*_
_*Yang sama-sama unggul*_
_*"Ya Jasmani ya Rohani"*_
_*Dalam menjalankan perannya sebagai Utusan Tuhan, manusia wajib menjaga :*_
_*"Keseimbangan antara Urusan Jasmani dan Rohani"*_
_*Seorang Insan-Manusia, tidak dibenarkan ber-Karya tanpa dilandasi dengan niat Ibadah, karena :*_
_*"Bekerja dengan cara tersebut hanya melahirkan Keserakahan"*_
_*Yang membuatnya keluar dari tujuan hidup yang sebenarnya*_
_*Sebaliknya, manusia juga tidak dibenarkan melakukan :*_ _*"Sembahyang saja tanpa disertai dengan bekerja"*_
_*Orang yang melakukan sembahyang saja tanpa bekerja, sesungguhnya termasuk :*_ _*"Golongan yang Egois"*_
_*Dia hanya mementingkan diri-sendiri, dengan harapan ingin masuk surga, namun tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, termasuk keberadaan tubuhnya*_
_*Seorang manusia yang sempurna (insan-kamil) adalah :*_ _*"Dia yang bisa bekerja dengan dilandasi semangat Ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa"*_
_*Yang lebih menarik lagi, Orang Jawa dalam beribadah "tidak mengharapkan pahala" karena semboyan hidupnya adalah :*_ _*"Narimo ing pandum, menerima pemberian-NYA, dan sekali lagi menerima, bukan menghapkan apalagi meminta"*_
*4. MO--GO--BO--THO--NGO*
_*Dalam hal ini, merupakan singkatan dari : sukMO roGO BATHANG, yang bermakna sebagai :*_
_*"ruh-tubuh dan bangkai"*_
_*Maksudnya adalah bahwa kalimat ini merupakan*_
_*"Akhir dari perjalanan manusia sebagai Khalifah Tuhan dibumi"*_
_*Jika Roh meninggalkan Tubuh, maka yang tersisa hanya tinggal bangkainya saja*_
_*Dan dalam kondisi ini, manusia sudah tidak lagi disebut manusia, karena eksistensinya telah berakhir*_
_*Kalimat terakhir ini mengingatkan kepada Manusia : "Agar tidak terlalu membanggakan dirinya"*_
_*Karena jika Sang Roh pergi meninggalkan tubuhnya, maka yang tersisa hanya tinggal bangkai saja*_
_*Kalimat ini juga mengingatkan kepada manusia, bahwa :*_
_*"Tubuh hanyalah Kendaraan bagi Sang Roh dalam menjalankan perannya sebagai Utusan Tuhan"*_
_*Dan tanpa Roh, maka Raga hanyalah bangkai yang sudah tidak berarti apa-apa*
_*Walaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh*_
*Semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberkati Kita Semua*
*Aamiin Yaa Robbal Alamin*
*Aamiin Allahuma Aamiin*
*Hoom Santi Santi Hoom*
*Namo Buddhaya*
*Rahayu Semesta Nusantara*
_*@ C|S|G|S :*_
"berbuat, berkarya, beramal yang bisa berguna bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak dalam hal yang positif, maslahat, menuju tercapainya keselamatan dan kebahagian di kehidupan dunia dan akhirat."