Rabu, 27 Desember 2023

Makna Elektabilitas dalam Politik


Makna Elektabilitas dalam Politik

Partai politik dikatakan memiliki elektabilitas jika memiliki daya pilih yang sesuai dengan kriteria keterampilan dan popularitas. Dalam negara demokrasi, partai politik harus berupaya meningkatkan elektabilitas untuk dapat memenangkan pemilihan umum.


Oleh: Willa Wahyuni

Elektabilitas politik sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh partai politik dan semakin diperbincangkan menjelang masa-masa pemilihan calon legislatif dan pemilihan umum. Semakin tinggi nilai elektabilitas maka potensi caleg untuk dipilih akan semakin tinggi.


Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa, orang, maupun badan atau partai. Elektabilitas sering dibicarakan pada masa menjelang pemilihan umum.


Untuk meningkatkan elektabilitas sebuah objek seperti barang, jasa, orang atau lembaga maka objek tersebut harus populer dan memenuhi kriteria keterpilihan, di antaranya:


1.      Dikenal baik oleh masyarakat luas



2.      Terbukti memiliki kinerja yang baik


3.      Memiliki prestasi di bidang tertentu


4.      Memiliki rekam jejak yang positif di bidangnya


Kemudian untuk elektabilitas partai politik berarti tingkat keterpilihan partai politik di publik. Saat elektabilitas partai tinggi berarti partai tersebut memiliki daya pilih tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas, maka objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga populer.


Partai politik dikatakan memiliki elektabilitas jika memiliki daya pilih yang sesuai dengan kriteria keterampilan dan popularitas. Dalam negara demokrasi, partai politik harus berupaya meningkatkan elektabilitas untuk dapat memenangkan pemilihan umum.


Popularitas seorang figur merupakan modal yang sangat penting untuk memperoleh perhatian publik. Popularitas ini nantinya akan mendongkrak elektabilitas figur dengan membangun pencitraan, baik secara langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat atau melalui media massa.


Elektabilitas juga merupakan salah satu penguat terbentuknya figur politik. Figur politik akan menjadi pusat perhatian dalam setiap kegiatan sehingga mempunyai pengaruh dalam merubah situasi keadaan yang ada di masyarakat.


Figur politik pun setidaknya memiliki pribadi yang unggul, memiliki kecerdasan, dan kedewasaan yang akan membimbing warga negaranya menjadi lebih maju dan mandiri. Figur berkaitan dengan seberapa kekuasaan seseorang berpengaruh pada pembuatan kebijakan pemerintah.


Salah satu upaya dalam menaikan elektabilitas politik adalah dengan kampanye politik. Kampanye politik merupakan serangkaian usaha komunikasi secara terencana yang dilakukan sekelompok orang untuk mendapatkan dukungan dari publik.


Untuk meningkatkan elektabilitas seseorang, umumnya kampanye politik yang paling banyak dilakukan adalah dengan pencitraan politik. Pencitraan politik ini dilakukan untuk membentuk opini publik mengenai figur yang mencalonkan diri.


Namun tidak semua kampanye politik bertujuan meningkatkan elektabilitas seorang figur, terdapat juga kampanye yang bertujuan untuk menjatuhkan figur lain yang menjadi lawan politik.


Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan elektabilitas, yaitu dengan menentukan langkah dalam pemilu dengan melihat hasil survei yang dilakukan oleh pihak independen. Kemudian, meyakinkan para pendukung akan keteguhan dan kesiapan diri untuk mengikuti pemilihan umum.


Selanjutnya cara menunjukkan elektabilitas adalah dengan menunjukkan kapabilitas yang dimiliki calon lebih bagus dari lawan politik yang sudah ada. Dengan bantuan sumber daya yang dimiliki oleh calon, akan membantu menggerakkan mesin politik dalam pemilihan umum.


Tags:

#caleg#partai

Rabu, 13 Desember 2023

Bapak Tua ,hidup dalam kemiskinan

 


Sabtu, 07 Oktober 2023

Senja dalam Ingatan


 

Jumat, 06 Oktober 2023

PELABUHAN KALIANGET KAB. SUMENEP

 


Selasa, 03 Oktober 2023

MENGHINDARI GAYA HIDUP HEDONIS

 


Hedonisme adalah gaya hidup yang hanya berfokus mencari kesenangan sebanyak mungkin. 

Kenali ciri, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya di sini!


Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang secara naluriah ingin menghindari rasa sakit dan penderitaan. Akan tetapi, terkadang naluri ini justru menjebak kita dalam gaya hidup hedonis. Dengan munculnya beragam aktivitas dan sarana entertainment, saat ini hedonisme adalah salah satu masalah umum dalam masyarakat.


Meski tampak mewah dan menyenangkan, nyatanya dampak hedonisme tidak selalu positif, terutama untuk kesehatan finansial jangka panjang. Banyak orang menghabiskan masa mudanya dengan berfoya-foya, hingga akhirnya harus menderita saat tua.

 Tidak ingin ini terjadi pada Anda, bukan? Maka dari itu, yuk pelajari lebih jauh apa itu hedonisme dan cara mengatasinya!


Apa Itu Hedonisme?

Hedonisme adalah istilah berasal dari bahasa Yunani "Hedone" berarti kesenangan. Jadi apa itu hedonisme adalah gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Sifat hedonisme adalah berusaha menghindari hal-hal yang menyakitkan atau menyusahkan dengan memaksimalkan perasaan-perasaan menyenangkan.


Contoh hedonisme dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku berbelanja secara boros dengan membeli apa yang diinginkan, kebiasaan membeli makanan fast food yang tidak sehat, dan lain sebagainya.


Perkembangan Hedonisme Hingga Saat Ini

Sejarah hedonisme diawali pada masa kehidupan filsuf Yunani. Socrates, seorang filsuf populer saat itu mengajukan pertanyaan filsafat terkait tujuan hidup manusia di dunia. Kemudian, muridnya bernama Aristippos memiliki pandangan bahwa kehidupan terbaik bagi manusia adalah kesenangan.


Atas latar belakang tersebut, maka lahir pemikiran hedonisme. Namun, menurut para filsuf, hedonisme adalah representasi dari eksistensi manusia di dunia, bukan makna yang menggambarkan tingkah laku negatif. Hedonisme tidak hanya berfokus pada kesenangan dan kepuasan fisik saja, tetapi juga pemenuhan rohani dan spiritualitas. Sehingga manusia mendapatkan kesenangan fisik dan kebebasan jiwa dari kegelisahan.


Ciri-Ciri Hedonisme

Hedonisme tidak hanya pandangan bersenang-senang belaka, terdapat ciri-ciri hedonisme patut Anda ketahui. Berikut merupakan ciri-ciri hedonisme patut Anda waspadai.


1. Kebahagian Menjadi Tujuan

Karena kebahagian tidak lepas dari gaya hidup hedonisme, maka ciri-ciri hedonisme adalah tujuan utama dalam hidupnya hanyalah sebuah kesenangan belaka. Mereka akan memilih hal-hal atau perilaku yang menyenangkan bagi dirinya.


2. Tidak Mau Merasakan Rasa Sakit/Kesulitan.

Berikutnya, ciri-ciri hedonisme adalah pelaku tidak suka dengan rasa sakit atau tidak betah menghadapi kesulitan-kesulitan yang datang. Karena mereka sudah terlalu nyaman dengan kenikmatan dan kesenangan.


3. Egois

Sifat hedonisme adalah egois. Tidak peduli dengan kebahagiaan orang lain. Namun, kebahagian dirinya adalah hal segalanya patut diperjuangkan. Bahkan mereka rela orang lain menderita demi kesenangan yang didapatkan.


4. Tidak Pernah Merasa Puas

Salah satu ciri-ciri hedonisme adalah pelakunya tidak pernah merasa puas. Meskipun mereka telah memperoleh banyak kesenangan dan kenikmatan, tetapi pelaku hedonisme akan selalu merasa kurang.


5. Berperilaku Konsumtif

Sebab hanya berfokus pada kepuasan nafsu, maka ciri-ciri hedonisme adalah berperilaku konsumtif. Mereka akan membeli atau berbelanja sesuatu berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan. Sehingga sifat hedonisme akan diikuti gaya hidup boros.


6. Sifat Sombong

Terakhir, ciri-ciri hedonisme adalah karakternya cenderung sombong. Karena mereka menilai orang lain berdasarkan harta dan penampilan fisik. Sehingga gaya hidup mewah dan kesenangan belaka menimbulkan perasaan lebih baik dibandingkan orang lain.


Faktor Penyebab Gaya Hidup Hedonis

Hedonisme adalah gaya hidup hanya memikirkan kebahagiaan semata. Tetapi, perilaku ini tidak muncul begitu saja. Terdapat beberapa faktor penyebab gaya hidup hedonis baik internal dan eksternal. Adapun faktor penyebab hedonisme adalah sebagai berikut.


Faktor Pribadi

Pertama, penyebab gaya hidup hedonisme adalah dari faktor pribadi. Setiap manusia pasti mempunyai sifat dasar alamiah ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan. Tetapi karena manusia tidak merasa puas dan tidak bisa mengontrol dirinya, maka Anda bisa terjerumus pada gaya hidup hedonis.


Faktor Keluarga

Penyebab gaya hidup hedonis mudah terjadi karena faktor keluarga. Apabila seseorang lahir dalam keluarga dengan fasilitas kemudahan dan kemewahan sudah tersaji, maka hal ini bisa berpotensi Anda mengidap gaya hidup hedonisme.


Faktor Lingkungan Sosial

Faktor lingkungan sosial merupakan penyebab gaya hidup hedonis secara eksternal. Apabila seseorang terbiasa bergaul dengan orang-orang bergaya hidup hedonisme, maka kemungkinan besar dirinya akan menjadi hedon juga.


Dampak Hedonisme Bagi Kehidupan

Sifat hedonisme sebenarnya memiliki sisi positif, yaitu mengajak manusia untuk menikmati kehidupan dengan kebahagiaan dan kesenangan. Agar manusia tidak selalu dalam keadaan murung atau sedih.


Namun, saat ini banyak orang larut dalam kesenangan dan kebahagian berlebihan sehingga terjerumus pada gaya hidup hedonis. Padahal dampak hedonisme bisa berakibat fatal, terutama pada hal keuangan. Simak dampak hedonisme dari sisi negatif.


Hidup Tanpa Orientasi Keuangan yang Jelas

Gaya hidup hedonis cenderung memenuhi keinginan belaka, sehingga dampak hedonisme adalah Anda bisa hidup tanpa orientasi keuangan yang jelas. Pastinya hal ini berakibat tidak baik. Karena Anda mengeluarkan uang tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan dan prioritas.


Struktur Keuangan Jadi Tidak Sehat

Salah satu dampak hedonisme adalah struktur keuangan jadi tidak sehat. Sebab gaya hidup hedonis membuat Anda banyak berbelanja sesuatu kurang penting. Sehingga pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan. Sehingga keuangan menjadi tidak sehat.


Tidak Adanya Dana Darurat dan Investasi

Pelaku gaya hidup hedonisme tidak memikirkan masa depan. Oleh karena itu, dampak hedonisme adalah pelaku tidak memiliki dana darurat dan investasi. Ketika memiliki uang, mereka langsung menghabiskan untuk kesenangan sementara.


Tidak Punya Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Anda tidak akan memiliki rencana keuangan jangka panjang merupakan dampak hedonisme. Sebab pelaku hanya berfokus pada pemenuhan kesenangan dan kebahagiaan saat ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana memenuhi gaya hidup mewah sehingga bisa mengalahkan orang lain. Akibatnya, keuangan gaya hidup hedonis cenderung langsung habis.


Memicu Hutang dan Depresi

Tuntutan gaya hidup hedonis tidak pernah habis. Mereka akan mencari banyak cara untuk memenuhi keinginan pribadinya. Sehingga dampak hedonis adalah memicu hutang dan depresi. Karena keuangan pelaku hedonisme cenderung tidak sehat, maka mereka rela berhutang untuk hal-hal konsumtif. Akibatnya, mereka bisa terlilit hutang dan menimbulkan depresi.


Cara Mengatasi Hedonisme

Setelah mengetahui dampak hedonisme yang merugikan kehidupan pribadi dan sekitar, pastinya sobat OCBC NISP ingin menghindari perilaku hedonisme. Nah cari tahu cara mengatasi hedonisme di bawah ini.


Mengubah Mindset Konsumtif Jadi Produktif

Cara mengatasi hedonisme pertama, yaitu mengubah mindset konsumtif jadi produktif. Anda harus memiliki pola pikir memandang sesuatu berdasarkan produktivitasnya. Pertimbangkan keuntungan di masa sekarang dan masa mendatang.


Menyadari Bahwa Hidup Bukan Tentang Senang-Senang Saja

Menyadari bahwa hidup bukan tentang senang-senang saja merupakan cara mengatasi hedonisme. Anda sebagai manusia harus memahami bahwa kehidupan ini selalu berputar. Kadang Anda akan diberikan masalah sehingga membuat suasana sedih, susah, hingga kesulitan. Tetapi Anda juga akan memperoleh perasaan senang dan bahagia pada waktu tertentu.


Susun Target dan Rencana Keuangan Jangka Panjang

Salah satu cara mengatasi hedonisme adalah menyusun target dan rencana keuangan jangka panjang. Ketika Anda mempunyai financial planning dan memikirkan masa depan, maka Anda bisa mengontrol gaya hidup. Sebab terdapat hal jauh lebih penting di masa mendatang.


Membatasi Diri Saat Melakukan Self-Reward

Self-reward sering kali menjerumuskan kita pada gaya hidup hedonis. Sehingga cara mengatasi hedonisme adalah membatasi diri saat melakukan self-reward. Anda harus paham kapan waktunya self-reward. Jangan sampai melakukannya secara terus menerus.


Mencatat Setiap Pengeluaran dan Pemasukan

Gaya hidup hedonis berkaitan dengan sifat boros. Oleh sebab itu, cara mengatasi hedonisme adalah mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan. Dengan demikian Anda bisa mengontrol keuangan Anda dan menerapkan hidup hemat.


Mengurangi Penggunaan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit bisa menimbulkan kesenangan sesaat. Karena Anda tinggal menggesek untuk membeli sesuatu. Karena tidak mengeluarkan cash money, maka Anda akan sulit mengontrol pengeluaran. Sebaiknya, cara mengatasi hedonisme adalah mengurangi penggunaan kartu kredit. Agar Anda tidak terlena dan tergiur terus berbelanja hingga tagihan membludak.


Selektif Saat Memilih Lingkaran Pertemanan

Lingkungan menjadi faktor penting dalam mempengaruhi gaya hidup Anda. Sehingga, usahakan untuk selektif saat memilih lingkaran pertemanan. Hindari circle yang mendorong Anda untuk mengedepankan gaya hidup mewah.


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang apa itu hedonisme, faktor penyebab, ciri-ciri, dampak, dan cara mengatasinya! Gaya hidup hedonisme adalah salah satu jenis gaya hidup paling tidak sehat, baik bagi mental maupun finansial Anda. Jadi sebisa mungkin hindari ya!